Ada beberapa motivasi
kenapa seorang dokter ikut program PTT pusat, yang pertama untuk mengabdi
kepada masyarakat, yang kedua untuk megumpulkan uang (karena gaji PTT yang
besar), yang ketiga karena syarat untuk mengambil pendidikan spesialis, yang
keempat campuran dari beberapa motivasi tersebut.
Menurutku yang utama
harus diketahui pada saat akan melamar PTT pusat adalah tempat tujuan, carilah informasi
tempat yang anda tuju (bisa menanyakan ke teman atau forum yang membahas tentang PTT pusat), bagaimana transportasinya dari tempat pemberangkatan ke kabupaten
tujuan (harus naik pesawat berapa kali, apa harus dilanjutkan perjalanan laut
atau cukup perjalanan darat karena ini akan berhubungan dengan biaya yang harus
dikeluarkan pada saat anda ingin pulang kampung) dan apakah gajinya tiap bulan lancar
atau harus dirapel (kelancaran gaji tergantung SDM depkes kabupaten yang dituju
karena pengurusan gaji diajukan oleh kabupaten ke pusat, jika petugas yang
mengurusnya rajin dan tepat waktu, pasti gaji kita akan turun dengan lancar
tiap bulannya). Beberapa pertanyaan tambahan yang juga cukup penting dan menjadi
nilai tambah, apakah ada insentif daerah (beberapa daerah menyediakan insentif
diluar gaji pusat dengan besaran uang yang bervariasi), apakah saya bisa
praktek ditempat tersebut, yang terakhir apakah ada listrik dan sumber air bersih.
Untuk praktek, listrik dan air di satu kabupaten namun beda kecamatan bisa beda
nasib, jadi untuk yang ini pasrah aja tergantung nasib karena yang kita daftar
adalah hanya sampai tingkat kabupaten. Dan biasanya kita diperbolehkan pindah
kepuskesmas lain dalam satu kabupaten jika puskesmas tujuan dokternya kurang
atau tidak ada setelah waktu tertentu, ya minimal 2 bulan setelah penempatan
dipuskesmas yang pertama.
Sebaiknya pilih
kriteria sangat terpencil karena antara kriteria terpencil dan sangat terpencil
kalau didaerah tidak terlalu jauh berbeda baik dari segi keramaian,
transportasi, fasilitas di puskesmas dll. Akan tetapi terjadi yang perbedaannya
cukup signifikan dalam hal gaji/insentif yang didapat dari pusat.
Oia jangan lupa bertanya,
adakah tempat sebagai tujuan pariwisata
dan pemandangan kabupaten atau daerah sekitarnya, bagus atau tidak karena ini
menjadi salah satu obat kebosanan. Kita bisa
berkeliling mengunjungi tempat pariwisata yang ada minimal sebulan sekali atau
malah seminggu sekali. Belum tentu
nantinya kita bisa kembali ketempat tersebut, gunakanlah kesempatan yang ada
sebaik mungkin.
Persiapkanlah dengan
bagus sebelum berangkat,bikinlah rekening koran di kantor pos (hal ini bisa kita lakukan di
tempat asal kita), bikinlah tabungan (dianjurkan BRI karena bank ini ada hampir diseluruh pelosok indonesia),
simpanlah uang yang cukup di bank (>3-5jt) jaga-jaga untuk biaya hidup kita
disana jika gaji PTT tidak lancar, biasanya sering telat pada 2-3 bln pertama, bawalah
uang tunai yang cukup (sekitar 1-2 juta) pada waktu pemberangkatan karena kita
tidak bisa menebak apa yang akan kita hadapi.
Tidak usah membawa
barang-barang yang terlalu berat seperti kompor, mie satu dus dll, bawalah
secukupnya. Kurangnya kita bisa membeli di kabupaten tempat tujuan. Tidak usah
membawa buku yang banyak dan tebal karena tidak terbaca apalagi sekarang eranya
ebook. Bawalah Laptop yang juga merupakan teman sejati yang dapat menghibur
kita sehari-hari (dianjurkan untuk dibawa). Jangan lupa bawa senter dan jas
hujan.
Sekian dulu penulisan
tips pemilihan daerah untuk PTT pusat. Semoga tujuan anda mengikuti PTT pusat tercapai dan selalu diberi kesehatan
oleh Tuhan YME. Trims
0 komentar:
Post a Comment