Showing posts with label EKG. Show all posts
Showing posts with label EKG. Show all posts

Thursday, 16 May 2013

KARTU SAKU EKG

pocket card ecg

pocket card ekg



Tuesday, 15 January 2013

Right Bundle Branch Block / RBBB (Blok Cabang Berkas Kanan/BCBKa)


Blok Cabang Berkas Kanan/BCBKa (Right Bundle Branch Block = RBBB)
Blok Cabang Berkas Kanan/BCBKa (Right Bundle Branch Block = RBBB) 

Rate
: tergantung irama / rate dasarnya
Rhythm
: Reguler
P Waves
: normal
PR Interval
: normal (0,12-0,20 detik)
QRS complex
: gambaran rSR’ (M atau telingan kelinci) à dimulai dengan  gelombang r kecil diikuti gelombang S yang dalam dan dikahiri dengan gelombang (terminal) R’ yang lebar dan tinggi  di lead V1 dan V2.
   S yang lebar dan dalam di lead  I dan V6
QRS Interval
:  Bila interval QRS 0.10 – 0.11 detik : BCBKa inkomplit.
   Bila interval QRS ³ 0.12 detik : BCBKa komplit.
QRS Axis
:  normal atau right axis deciation (+90 - + 110°)
ST segments
:  bisa terdapat ST depresi di lead V1-V2
T Waves
:  bisa didapatkan T inverted di lead  V1-V2



Saturday, 12 January 2013

Algoritma Bradikardia ACLS

Algoritma bradikardia ACLS 2010

Algoritma bradikardia ACLS 2010


Algoritma bradikardia ACLS 2005

Algoritma bradikardia ACLS 2005



Algoritma Takikardia Dengan Nadi ACLS

Algoritma takikardia dengan nadi ACLS 2010

Algoritma takikardia dengan nadi ACLS 2010


Algoritma takikardia dengan nadi ACLS 2005
Algoritma takikardia dengan nadi ACLS 2010




Algoritma Henti Jantung ACLS

Algoritma henti jantung ACLS 2010

Algoritma henti jantung ACLS 2010



Algoritma henti jantung ACLS 2005

Algoritma henti jantung ACLS 2005




Tuesday, 25 December 2012

Third Degree Atrioventricular Block (Blok AV Derajat III)


Pada blok AV total tidak ada konduksi antara atrial dan ventrikel karena adanya blok elektrik di AV node atau dibawahnya sehingga atria dan ventrikel berdenyut sendiri-sendiri, yang disebut disosiasi AV komplit.
Gambaran EKG secara khas menunjukkan letak gelombang-gelombang P yang tak ada hubungannya dengan letak gelombang-gelombang QRS.
EKG




Rate
: Atrial: 60-100 x/mnt;
ventrikel: 40-60 x/mnt jika fokus escape dari junctional,
40 x/mnt jika fokus escape dari ventrikel
Rhythm
: Biasanya reguler , tapi atrium dan ventrikel berjalan sendiri-sendiri
P Waves
:  Normal, bisa bertumpuk di komplek QRS atau gelombang T
PR Interval
:  sangat bervariasi
QRS
: Normal jika ventrikel diaktifkan oleh fokus escape dari junctional, melebar (> 10detik) jika fokus escape dari ventrikel
EKG











Second Degree Atrioventricular Block (Blok AV Derajat II)


Pada blok AV derajat dua sebagian impuls dapat diteruskan, dan sebagian lagi terhenti.

Tipe I (Mobitz I atau Wenckebach)
Interval PR makin memanjang, suatu saat ada gelombang QRS yang hilang.
Setelah jeda di mana node AV pulih maka siklus ini akan berulang.
EKG

Rate
: Tergantung pada tingkat ritme yang mendasari
Rhythm
: irreguler
P Waves
: Normal
PR Interval
: makin memanjang sampai sampai satu gelombang P diblok dan QRS hilang
QRS
: Normal (0,06-0,10 detik)
EKG








Type II (Mobitz II)
Ratio AV konduksi (gelombang P diikuti kompleks QRS) umumnya 2:1, 3:1, atau 4:1.
QRS kompleks biasanya luas karena blok ini biasanya melibatkan kedua cabang bundel.
Interval PR tetap, suatu saat ada gelombang QRS yang hilang

EKG








Rate
: Kecepatan  Atrial (biasanya 60-100x/mnt) lebih cepat daripada ventrikel
Rhythm
:  ritme atrial reguler dan ritme ventrikel biasanya irreguler
P Waves
:  Normal, gelombang P lebih banyak daripada kompleks QRS
PR Interval
:  Normal atau memanjang namun konstan
QRS
:  Biasanya lebar (>0,10 detik)
EKG



First Degree Atrioventricular Block (Blok AV Derajat I)


Blok AV dibagi menjadi tiga kategori: Derajat pertama, kedua, dan ketiga.
Pada blok AV derajat pertama impuls masih bisa diteruskan, tetapi dengan lambat
EKG

Rate             : Tergantung pada tingkat ritme yang mendasari
Rhythm        : reguler
P Waves      : Normal
PR Interval   : memanjang lebih dari 0.20 detik
QRS           : Normal (0,06-0,10 detik)
Ratio AV konduksi :  AV node melakukan impuls ke ventrikel dengan ratio 1 : 1



Monday, 24 December 2012

Ventricular Fibrillation (Fibrilasi Ventrikel)

EKG Ventricular Fibrillation (Fibrilasi Ventrikel)

Rate             : 300-500 x/mnt
Rhythm        : irreguler
P Waves      : Tidak ada
PR Interval    : Tidak ada
QRS            : Gelombang QRS dan T menyatu menjadi undulasi yang tidak teratur dan cepat
                      FV halus  ( fine )     : gelombang fibrilasi < 3 mm
                      FV kasar ( coarse ) : gelombang fibrilasi > 3 mm

EKG Ventricular Fibrillation (Fibrilasi Ventrikel)



Ventricular Tachycardia (VT)


Terdapat 3 atau lebih ekstrasistol ventrikel yang berurutan

ECG Ventricular Tachycardia (VT)

Rate           : 100-250 x/mnt
Rhythm      : biasanya reguler namun bisa juga irreguer
P Waves    : Tidak ada atau bila gelombang P dapat dikenali, maka P dan QRS  tidak berhubungan : disosiasi AV
PR Interval : biasanya tidak ada; bisa ada jika terdapat gelombang P yang dikuti kompleks QRS kira-kira 0,20 detik
QRS          : Lebar (> 0,10 detik), dan bentuknya bizarre (aneh)

Ventricular Tachycardia (VT): Monomorfik
Kompleks QRS di VT monomorfik memiliki bentuk dan amplitudo yang sama
EKG Ventricular Tachycardia (VT) monomorfik

Ventricular Tachycardia (VT): Polimorfik
Kompleks QRS di VT polimorfik bervariasi baik  bentuk dan amplitudonya.
EKG Ventricular Tachycardia (VT)



Friday, 21 December 2012

Premature Ventricular Contraction (PVC)


PVC dapat uniform (bentuk yang sama) atau multiform (bentuk yang berbeda).
Pause setelah PVC umumnya kompensasi lengkap, kecil yang nonkompensasi

Rate            : Tergantung pada tingkat ritme yang mendasari
Rhythm        : irreguler setiap kali terjadi PVC
P Waves      : P dari sinus tak terpengaruh oleh PVC
PR Interval   : Tidak terkait dengan PVC
QRS            : Gelombang QRS premature, lebar (>10 detik) dan bizarre ( tak teratur dan aneh )
ECG PVC

PVC Couplet : 2 PVC berturutan; Bigemini: 1 kompleks sinus (normal) diikuti 1 PVC;  Trigemini : 2 kompleks sinus diikuti 1 PVC;  Ventrikel Takikardia: PVC

EKG



Multifocal Atrial Tachycardia (MAT)


MAT gambaran ekgnya hampir mirip dengan atrial fibrilasi, namun MAT masih terlihat gelombang P, dimana gelombang P selalu diikuti gelombang QRS dan T.
EKG








Rate            : cepat (>100x/mnt)
Rhythm       : irreguler
P Waves     : minimal ada tiga bentuk yang berbeda, tergantung dari fokus di atrium
PR Interval  : bervariasi, tergantung pada fokus
QRS           : Normal (0,06-0,10 detik)
Deskripsi ECG diatas: MAT HR 120 Bpm
NB             : HR= heart rate; Bpm= beat per minute; cara menentukannya pada gambar diatas panjangnya 6 kotak besar (6 detik) dimana terdapat 12 gelombang QRS maka dalam 1 menitnya 120 x/mnt



Supraventricular Tachycardia (SVT)


Gelombang P tidak terlihat akibat dari ratenya yang cepat
EKG


Rate              :50–250 x/mnt
Rhythm         : Regular (interval P-P dan R-R teratur)
P Waves       : sering tertumpuk pada gelombang T sehingga sulit dikenali
PR Interval    : biasanya tidak bisa diukur
QRS             : Normal (0,06-0,10 detik) tetapi mungkin melebar jika terdapat konduksi abnormal lewat ventrikle
Deskripsi ECG diatas: SVT HR 187 Bpm (RR interval berjarak 8 kotak kecil sehingga HR= 1500/8)
NB: HR= heart rate; Bpm= beat per minute 



Thursday, 20 December 2012

Premature Atrial Contraction (PAC)

Adanya gelombang P prematur dari atrium. Setelah PAC, biasanya dilanjutkan irama sinus. Dan umumnya pause kompensasinya tak lengkap

Ekg
Rate             : Tergantung pada tingkat ritme yang mendasari
Rhythm        : teratur setiap kali terjadi PAC
P Waves      : ada; pada PAC gelombang p memiliki bentuk yang berbeda
PR Interval   : Bervariasi di PAC; yang lainnya normal (0,12-0,20 detik)
QRS            : Normal (0,06-0,10 detik)

EKG
PAC Couplet   : 2 PAC  berurutan; Atrial Takikardia jika PAC≥ 3
PAC Bigemini  : 1 kompleks sinus diikuti 1 PAC
PAC Trigemini : 2 kompleks sinus diikuti 1 PAC



Atrial Flutter (Fluter Atrial)

Denyut atria cepat dan teratur
AV node melakukan impuls ke ventrikel dengan rasio 2:1, 3:1, 4:1, atau lebih (jarang 1:1) karena simpul AV tak dapat meneruskan semua impuls dari atria. Tingkat blok AV mungkin konsisten atau variabel.
EKG
Rate             : Atrial: 250-350x/mnt, ventrikel: lambat, normal atau cepat
Rhythm        : biasanya reguler tapi bisa irregular
P Waves      : Gelombang fluter seperti gergaji
PR Interval   : bervariasi
QRS             : Biasanya normal (0,06-0,10 detik), tetapi bisa saja melebar.
Bacaan EKG diatas: Atrial Flutter 4:1 conduction HR 90 Bpm
NB: HR= heart rate; Bpm= beat per minute (cara menentukan HR pada gambar diatas dengan panjang kotak besar sebanyak 6 kotak (6 detik) dimana terdapat 9 gelombang QRS maka dalam 1 menitnya 90 x/mnt

Contoh EKG: Atrial Flutter 4:1 conduction


Contoh EKG: Atrial Flutter 2:1 conduction


Contoh EKG: Atrial Flutter from 1:1 to 2:1 conduction
EKG