Showing posts with label DRUGS. Show all posts
Showing posts with label DRUGS. Show all posts

Saturday, 8 June 2013

DOPAMIN

Dopamin (DA) merupakan prekursor nor-adrenalin dan meningkatkan pelepasan nor-adrenalin. Obat ini memberi efek pada sistem kardiovaskuler karena dapat berinteraksi dengan reseptor DA. Pada dosis besar dopamin dapat merangsang adrenoreseptor beta dan dosis yg lebih besar lagi merangsang adrenoreseptor alfa.
dopamine
Farmakodinamik:
Dopamin dosis kecil (2,5-5 mcg/KgBB/mnt) merangsang reseptor DA dipembuluh darah ginjal, mesenterium dan a. Koroner yang menyebabkan vasodilatasi. Akibatnya selain terjadi diuresis dan natriuresis, aliran darah di organ-organ tersebut juga meningkat.
Dopamin dosis sedang (5-10 mcg/KgBB/mnt) merangsang adrenoreseptor beta dijantung sehingga meningkatkan kontraktilitas miokard dan laju jantung, efek inotropik dopamin relatif lebih besar dibandingkan efek kronotropiknya. Dengan demikian obat ini menyebabkan kebutuhan O2  miokard yang sedikit meningkatkan Tekanan Darah (TD) sistolik tanpa banyak mempengaruhi TD diastolik.
Sifat-sifat dari dopamin dosis rendah membuatnya menjadi pilihan utama pada syok kardiogenik yang disebabkan infark miokard.
Dopamin dosis tinggi (> 10mcg/KgBB/mnt) merangsang adrenoreseptor alfa 1 di pembuluh darah menyebabkan vasokonstriksi di hampir semua pembuluh darah termasuk arteri renalis dan mesenterik, juga meningkatkan kontraktilitas miokard karena terjadi peningkatan pelepasan noradrenalin.

Indikasi dan Patofisiologi
Syok kardiogenik: indikasi utama dopamin adalah syok kardiogenik akibat infark miokard akut. Dosis rendah dopamin (2,5-5mcg mcg/KgBB/mnt) meningkatkan diuresis, menurunkan preload sehingga perfusi jantung membaik. Biasanya pada dosis ini sudah terjadi peningkatan TD. Apabila tidak ada respon dosis dapat ditingkatkan sampai 5mcg/KgBB/mnt. Apabila masih tidak ada respon sebaiknya dikombinasi dengan dobutamin, karena penambahan dosis selain meningkatkan laju jantung, juga menimbulkan vasokonstriksi yang sangat merugikan pasien infark miokard. Sebelum pemberian dopamin selalu harus periksa bahwa pasien tidak ada keadaan hipovolume.

Kontraindikasi dan efek samping: doapamin kontraindikasi pada pasien yang sedang menggunakan MAO-inhibitor. Efek samping yang timbul adalah over aktivasi saraf simpatis seperti nausea, takikardia, sakit kepala dan muntah.

Kemasan 1 ampul = 5ml = 200mg = 200.000mcg
Oplosan: Nacl 0,9% atau Dext 5%
Rumus =
Dosis x KgBB x 60 mnt
= .... ml/jam  = ....tpm mikrodrip
Pengenceran (mcg/ml)

Keterangan tpm = tetes per menit. 1 cc = 60 tpm mikrodrip infus
Cara perhitungan dosis: contoh dosis 5mcg/KgBB/mnt, dengan berat badan 50 Kg dan pengenceran 200 mg (1 ampul) diencerkan dengan NaCl 0,9%  menjadi 50ml, Maka:

5mcg x 50 Kg x 60 mnt    
=
15.000  
=  3,75 ml/jam ~ 4 tpm mikrodrip
200.000 mcg / 50 ml
4000





Tabel dosis dobutamin per KgBB dengan pengenceran 200mg (1ampul) dengan NaCl 0,9%  menjadi 50ml (syrenge pump)
Dosis
(mcg/KgBB/mnt)
Kecepatan aliran
ml/jam
2
1,2
1,4
1,5
1,7
1,8
2
2,1
2,3
3
1,8
2
2,3
2,5
2,7
2,9
3,2
2,3
4
2,4
2,7
3
3,3
3,6
3,9
4,2
3,4
5
3
3,4
3,8
4,1
4,5
4,9
5,3
4,5
6
3,6
4,1
4,5
5
5,4
5,9
6,3
5,6
7
4,2
4,7
5,3
5,8
6,3
6,8
7,4
6,8
8
4,8
5,4
6
6,6
7,2
7,8
8,4
7,9
9
5,4
6,1
6,8
7,4
8,1
8,8
9,5
9
10
6
6,8
7,5
8,3
9
9,8
10,5
10,1
11
6,6
7,4
8,3
9,1
9,9
10,7
11,6
11,3
12
7,2
8,1
9
9,9
10,8
11,7
12,6
12,4
13
7,8
8,8
9,8
10,7
11,7
12,7
13,7
13,5
14
8,4
9,5
10,5
11,6
12,6
13,7
14,7
14,6
15
9
10,1
11,3
12,4
13,5
14,6
15,8
15,8
16
9,6
10,8
12
13,2
14,4
15,6
16,8
16,9
17
10,2
11,5
12,8
14
15,3
16,6
17,9
18
18
10,8
12,2
13,5
14,9
16,2
17,6
18,9
19,1
19
11,4
12,8
14,3
15,7
17,1
18,5
20
20,3
20
12
13,5
15
16,5
18
19,5
21
21,4
Berat Badan (Kg)
40
45
50
55
60
65
70
75


dopamin

Referensi:

  1. Kabo, Peter. 2010. Bagaimana Menggunakan Obat-Obat Kardiovaskular Rasional. Jakarta. Balai Penerbit FKUI
  2. Opie, L. Drugs for the Heart 7th Edition. 2011. Elvisier



Monday, 27 May 2013

DOBUTAMIN


dobutamin
Dobutamin merupakan agonis beta yang poten dan memiliki efek alfa 1 yang lemah, jadi tidak terlalu menurunkan resistensi perifer sehingga tidak menyebabkan reflek takikardia. Dobutamin dapat meningkatkan cardiac output karena meningkatkan kontraktilitas jantung, menurunkan tekanan a. pulmonalis (dilatasi a. pulmonalis akibat perangsangan adrenoreseptor beta2 di a. pulmonalis), namun tidak terlalu meningkatkan laju jantung (efek inotropik melebihi efek kronotropik). Dibandingkan dengan dopamin, pada dosis yang memberi efek inotropik yang sama, dobutamin kurang meningkatkan laju jantung.



Indikasi dan Dosis
1.    Syok kardiogenik: indikasi utama pemberian dobutamin adalah syok kardiogenik akibat infark miokard atau pada gagal jantung kronis. Dosis mulai 2,5 µg/KgBb/mnt kemudian dititrasi sampai terjadi perbaikan TD. Setelah hemodinamik stabil secepat mungkin obat ini ditappering off karena pemberian dobutamin berhari-hari dapat menyebabkan miokard exhausted sehingga sulit menghentikan obat.
2.    Bradikardia yang tidak respon dengan pemberian atropin (IV), atau pasien bradikardia yang membutuhkan waktu yang lama untuk memperoleh bantuan obat-obat lain atau intervensi (pemasangan pacemaker temporer). Drip dobutamin dosis rendah efektif untuk meningkatkan laju jantung.

Kemasan 1 ampul = 5ml = 250mg = 250.000mcg
Oplosan : Nacl 0,9% atau Dext 5%

Cara perhitungan dosis:
Rumus =
Dosis x KgBB x 60 mnt
= .... ml/jam  = ....tpm mikrodrip
Pengenceran (mcg/ml)


Keterangan tpm = tetes per menit.       1 cc = 60 tpm mikrodrip infus 

contoh: dosis 5mcg/KgBB/mnt, dengan berat badan 50 Kg dan pengenceran 250 mg (1 ampul) diencerkan dengan NaCl 0,9%  menjadi 50 ml.

Maka
5 mcg x 50 Kg x 60 mnt     
=
  15.000   
=  3 ml/jam = 3 tpm mikrodrip
250.000 mcg / 50 ml
   5000




Tabel dosis dobutamin per KgBB dengan pengenceran 250 mg (1 ampul) dengan NaCl 0,9%  menjadi 50 ml

Dosis
(mcg/KgBB/mnt)
Kecepatan aliran
ml/jam
2,5
1,2
1,4
1,5
1,7
1,8
2
2,1
2,3
5
2,4
2,7
3
3,3
3,6
4
4,2
4,5
7,5
3,6
4,1
4,5
5
5,4
5,9
6,3
6,8
10
4,8
5,4
6
6,6
7,2
7,8
8,4
9
12,5
6
6,8
7,5
8,3
9
9,8
10,5
11,3
15
7,2
8,1
9
9,9
10,8
11,7
12,6
13,5
17,5
8,4
9,5
10,5
11,6
12,6
13,7
14,7
15,8
20
9,6
10,8
12
13,2
14,4
15,6
16,8
18
Berat Badan (Kg)
40
45
50
55
60
65
70
75

Referensi:
Kabo, Peter. 2010. Bagaimana Menggunakan Obat-Obat Kardiovaskular Rasional. Jakarta. Balai Penerbit FKUI